Only My Little Story in the Big World

Everybody have story in their life and this is my story

1 Juli 2010

Sabda Tuhan hari ini


Jantungku berdetak kencang berpacu dengan detak jarum jam di arlojiku.

waktu sudah menunjukan pukul 06.55 berarti tinggal 5 menit lagi misa harian di Katedral segera dimulai,jalanan masih belum padat seperti biasanya tapi perjalanan serasa lambat dan jauh.

Maklum aku harus menggunakan angkot berkali-kali menuju gereja yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal keluarga ku.

Akhirnya dari kejauhan terlihat sebuah menara putih berdiri dengan anggunnya,namun sayang sekarang tepat di samping bangunan cantik yang sudah ada sejak 1926 itu berdiri dengan angkuh sebuah  proyek apartment 17 lantai yang menghalangi keindahan hasil karya arsitek terkemuka pada masanya.

Hening dan damai kurasa ketika aku melangkahkan kaki memasuki ruang gereja,beberapa orang di barisan belakang menoleh ke arah ku ternyata aku sudah telat 5 menit.

Dibelakang altar terlihat seorang Pastor yang sudah berumur sedang membacakan doa pembukaan nampak garis-garis kerutan di wajahnya saksi bisu pengabdian dan pelayanannya kepada Tuhan dan umatnya selama bertahun-tahun.

Aku langkah kan kaki perlahan menyusuri deretan kursi karyu berwarna cokelat tua setua usianya,tidak terlalu banyak umat yang hadir saat itu.

Ku nikmati setiap untaian doa,bait-bait mazmur dan sabda Tuhan,ku biarkan setiap kata-kata meresap kedalam lubuk hatiku.

Injil pagi itu di ambil dari Matius 9 : 1 -8

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ”Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: ”Ia menghujat Allah.” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: ”Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” —lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu —: ”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun lalu pulang.

Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Kita semua di ajak merenungkan kasih dan rahmat Allah melalui pengampunan dosa yang telah di berikan oleh-Nya.

Tak terasa waktu cepat berlalu semua prosesi perayaan ekaristi dilalui dengan khidmat,setiap orang kembali menjalankan aktivitas masing-masing dengan membawa berkat dari Tuhan untuk menjalankan setiap sabda yang diterima pagi itu.

Tuhan terima kasih karena Kau telah memperkenankan aku hadir dalam perjamuan-Mu dan menerima berkat pengorbanan yang maha luar biasa berupa tubuh-Mu yang suci.

Betapa aku telah disibukan oleh duniawi dan aku merindukan sabda-Mu menggema di hatiku.

Kobarkanlah selalu perasaan rindu akan sabda-Mu setiap hari di hatiku ya Tuhan.

Pergilah kita diutus...amin.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar