Jumat 16 Juli 2010. Alarm jam di sebelah ku berteriak kencang memaksa aku untuk bangun dan membuka mata. Kurenggangkan badan dan menarik nafas dalam sambil membuka mata secara perlahan, hhooooaaaammmhhhh....ku lihat sekeliling ku,ternyata aku masih ada di tempat yang sama di sebuah ruangan bercat putih. Semarang ya aku sekarang berada di semarang,sudah beberapa hari ini aku tinggal di Kota tempat dahulu kala Laksmana Ceng Ho di percaya pernah singgah dalam rangka muhibah persahabatan.
Entah mengapa perasaan ku pagi ini kalut sekali tidak seperti biasanya,sejenak ku menutup mata dan mengucapkan sebuah kata yang sudah tidak asing di mulutku "Kirye Eleison...Christe Eleison...Kirye Eleison" sebuah doa sederhana yang diajarkan oleh seorang Pastor sewaktu aku beranjak remaja.
Seperti biasanya semarang menjelang siang hari terasa sangat panas mungkin karena posisinya yang dekat laut dan permukaan tanah yang rendah. Begitu juga hari ini ku rasakan matahari sangat menyengat membakar kulit ku yang sudah hampir 30 menit menunggu datangnya taksi di depan Jl.Dr.Cipto. Bukannya aku gak mau menggunakan angkutan umum lainnya tapi dalam keadaan udara dan jarak jauh seperti ini orang pasti akan lebih memilih menggunakan taksi dari pada angkot ataupun bus.
Setelah hampir setengah jam akhirnya aku sampai di sebuah kawasan yang tidak asing lagi bagiku,sebuah daerah berbukit di Semarang atas bernama Pawiyatan Luhur atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan Bendan Dhuwur.
Aku beriam diri sejenak di depan gedung bercat hijau bernama St.Yustinus tempat dimana aku pertama kali berjuang mendapatkan satu kursi di Universitas Katolik satu-satunya di Jawa Tengah ini,sejenak aku melihat ke sekeliling ku dan berteriak dalam hati "UNIKA Soegijapranata disinalah aku akan menuntut ilmu".
Aku melangkahkan kaki dengan ringan tapi entah mengapa pikiran ku tetap kalut saat ini huuufftt.
Kampus masih sepi tidak banyak mahasiswa yang beraktifitas hari itu mungkin karena sebagian mahasiswa sudah pulang ke kampung halaman masing-masing untuk berlibur dan bertemu dengan sanak keluarga.
Nah...ini dia gedung Mikael tempat dimana aku keluar masuk untuk mengurus pendaftaran kuliah dan hari ini aku harus masuk kembali ke gedung ini,sepertinya aku sudah mulai akrab dengan suasanya dan aktifitas di gedung ini.
Yaa...Persis seperti biasanya antrian mahasiswa di depan Ruang BAAK,Bank NISP, dan para Student Care yang dengan setia membantu calon mahasiswa untuk mendapatkan informasi sekitar UNIKA dan tempat tinggal.
Salut bagi mereka yang dalam kesibukannya masih mau membagi waktu untuk melayani sesamanya dan aku adalah salah satu orang yang dibantu oleh mereka.
Tak lama kemudian aku pun menjadi salah satu bagian dari para Calon Mahasiswa dan Mahasiswa yang mengantri panjang di depan loket pembayaran Bank NISP dan...arrrgghhhh...aku membuat satu kecerobohan dalam mengisi form pembayaran sehingga menjadi penuh coretan.
YA...Tuhan ada apakah gerangan hari ini?!rasanya aku ingin segera keluar dari kepenatan ini.
Lega juga akhirnya urusanku dengan Bank dan administrasi sudah selesai ini berarti aku bisa segera pergi dari ruangan ini dan segera pulang ke Kota yang sangat ku rindukan.
Sebelum meninggalkan Gedung Mikael tak lupa aku menyapa seseorang di bagian BKRM yang sudah banyak membantu aku ketika masuk di Universitas ini.
Dengan senyumannya yang khas beliau menyapa aku yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan kerja Pak Setyo yaaa...Setyo Adi Putranto namanya.
Tanpa basa-basi aku pun mengambil tempat duduk di depan beliau dengan tertawa beliau mengatakan "kesempatan kamu bisa masuk di tiga jurusan Hukum,Psikologi dan DKV tergantung kamu suka yang mana".
degggg....setelah di bingungkan oleh Psikologi dan Hukum sekarang ditambah DKV memang aku senang ketiga jurusan itu tapi tetap harus memilih salah satu.
duhhh...Gusti Yesus paringono kula piwarahMu
Entah mengapa perasaan ku pagi ini kalut sekali tidak seperti biasanya,sejenak ku menutup mata dan mengucapkan sebuah kata yang sudah tidak asing di mulutku "Kirye Eleison...Christe Eleison...Kirye Eleison" sebuah doa sederhana yang diajarkan oleh seorang Pastor sewaktu aku beranjak remaja.
Seperti biasanya semarang menjelang siang hari terasa sangat panas mungkin karena posisinya yang dekat laut dan permukaan tanah yang rendah. Begitu juga hari ini ku rasakan matahari sangat menyengat membakar kulit ku yang sudah hampir 30 menit menunggu datangnya taksi di depan Jl.Dr.Cipto. Bukannya aku gak mau menggunakan angkutan umum lainnya tapi dalam keadaan udara dan jarak jauh seperti ini orang pasti akan lebih memilih menggunakan taksi dari pada angkot ataupun bus.
Setelah hampir setengah jam akhirnya aku sampai di sebuah kawasan yang tidak asing lagi bagiku,sebuah daerah berbukit di Semarang atas bernama Pawiyatan Luhur atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan Bendan Dhuwur.
Aku beriam diri sejenak di depan gedung bercat hijau bernama St.Yustinus tempat dimana aku pertama kali berjuang mendapatkan satu kursi di Universitas Katolik satu-satunya di Jawa Tengah ini,sejenak aku melihat ke sekeliling ku dan berteriak dalam hati "UNIKA Soegijapranata disinalah aku akan menuntut ilmu".
Aku melangkahkan kaki dengan ringan tapi entah mengapa pikiran ku tetap kalut saat ini huuufftt.
Kampus masih sepi tidak banyak mahasiswa yang beraktifitas hari itu mungkin karena sebagian mahasiswa sudah pulang ke kampung halaman masing-masing untuk berlibur dan bertemu dengan sanak keluarga.
Nah...ini dia gedung Mikael tempat dimana aku keluar masuk untuk mengurus pendaftaran kuliah dan hari ini aku harus masuk kembali ke gedung ini,sepertinya aku sudah mulai akrab dengan suasanya dan aktifitas di gedung ini.
Yaa...Persis seperti biasanya antrian mahasiswa di depan Ruang BAAK,Bank NISP, dan para Student Care yang dengan setia membantu calon mahasiswa untuk mendapatkan informasi sekitar UNIKA dan tempat tinggal.
Salut bagi mereka yang dalam kesibukannya masih mau membagi waktu untuk melayani sesamanya dan aku adalah salah satu orang yang dibantu oleh mereka.
Tak lama kemudian aku pun menjadi salah satu bagian dari para Calon Mahasiswa dan Mahasiswa yang mengantri panjang di depan loket pembayaran Bank NISP dan...arrrgghhhh...aku membuat satu kecerobohan dalam mengisi form pembayaran sehingga menjadi penuh coretan.
YA...Tuhan ada apakah gerangan hari ini?!rasanya aku ingin segera keluar dari kepenatan ini.
Lega juga akhirnya urusanku dengan Bank dan administrasi sudah selesai ini berarti aku bisa segera pergi dari ruangan ini dan segera pulang ke Kota yang sangat ku rindukan.
Sebelum meninggalkan Gedung Mikael tak lupa aku menyapa seseorang di bagian BKRM yang sudah banyak membantu aku ketika masuk di Universitas ini.
Dengan senyumannya yang khas beliau menyapa aku yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan kerja Pak Setyo yaaa...Setyo Adi Putranto namanya.
Tanpa basa-basi aku pun mengambil tempat duduk di depan beliau dengan tertawa beliau mengatakan "kesempatan kamu bisa masuk di tiga jurusan Hukum,Psikologi dan DKV tergantung kamu suka yang mana".
degggg....setelah di bingungkan oleh Psikologi dan Hukum sekarang ditambah DKV memang aku senang ketiga jurusan itu tapi tetap harus memilih salah satu.
duhhh...Gusti Yesus paringono kula piwarahMu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar