Only My Little Story in the Big World

Everybody have story in their life and this is my story

7 Agustus 2010

Salam Ya Ratu


Salve, Regina, Mater misericordiae,
vita, dulcedo, et spes nostra, salve.
ad te clamamus
exsules filii Evae,
ad te suspiramus, gementes et flentes
in hac lacrimarum valle.
Eia, ergo, advocata nostra, illos tuos
misericordes oculos ad nos converte;
et Jesum, benedictum fructum ventris tui,
nobis post hoc exsilium ostende.
O clemens, O pia, O dulcis Virgo Maria.
In some forms, is added:
Ora pro nobis sancta Dei Genetrix.
Ut digni efficiamur promissionibus Christi.

Omnipotens sempiterne Deus, qui gloriosae Virginis Matris Mariae corpus et animam, ut dignum Filii tui habitaculum effici mereretur, Spiritu Sancto cooperante praeparasti: da, ut cuius commemoratione laetamur; eius pia intercessione, ab instantibus malis, et a morte perpetua liberemur. Per eundem Christum Dominum nostrum. Amen

Hail, holy Queen, Mother of Mercy,
our life, our sweetness and our hope.
To thee do we cry, poor banished children of Eve;
to thee do we send up our sighs,
mourning and weeping in this valley of tears.
Turn then, most gracious advocate,
thine eyes of mercy toward us;
and after this our exile,
show unto us the blessed fruit of thy womb, Jesus.
O clement, O loving, O sweet Virgin Mary.
Pray for us O holy Mother of God,
that we may be made worthy of the promises of Christ.

Almighty, everlasting God, who by the co-operation of the Holy Spirit didst prepare the body and soul of the glorious Virgin-Mother Mary to become a dwelling-place meet for thy Son: grant that as we rejoice in her commemoration; so by her fervent intercession we may be delivered from present evils and from everlasting death. Through the same Christ our Lord. Amen.

Salam, Ya Ratu, Bunda yang berbelas kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh,
mengesah dalam lembah duka ini.
Ya Ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, Puteramu yang terpuji itu, s'moga kau tunjukkan kepada kami.
O Ratu, o Ibu, o Maria, Bunda Kristus.
Doakanlah kami, Ya Santa Bunda Allah.
Supaya kami dapat menikmati janji Kristus.

Ya Allah, Putera-Mu telah memperoleh bagi kami ganjaran
kehidupan kekal melalui hidup, wafat dan kebangkitan-Nya.
Kami mohon, agar dengan merenungkan misteri Rosario Suci Santa Perawan Maria,
kami dapat menghayati maknanya dan memperoleh apa yang dijanjikan.
Demi Kristus Tuhan Kami.
Amen.

28 Juli 2010

Teman,Kawan dan inilah Para Sahabat



Nah...aku perkenalkan para sahabat-sahabat yang selalu menghiasi kehidupan ku saat ini,
mereka selalu berada ketika aku merasa sedih dan berbahagia.
Disaat aku merasa jenuh mereka memberikan suatu senyuman hangat yang selalu membuat aku menjadi optimis kembali.

Mereka para sahabat-sahabat sesama penggila Traveling,Photography,Wisata Kuliner,Hosting wisatawan Asing,Tour Guide gratisan pokonya lengkap lah mereka adalah para Bandung CouchSurfers :)

The Begundals and Kampretoss

Entah dari mana awalnya sebutan Begundals melekat pada diri kami berlima (Aku,Dimaz Andelane,Adrian Riva,Genoveva Hega,Erick Ady Novendra dan Anggie Retno Sari) tapi jangan salah tangkap kami buka begundals yang suka bikin keonaran justru kami membawa virus-virus keceriaan hehehe.

Dimaz Andelane aka dimaz **bul sahabat pertama yang aku kenal d CouchSurfing siapa sangka pemuda Batam satu ini memiliki wajah menipu wajahnya yang polos tak sepolos isi otaknya kadang-kadang pemikirannya simple tapi bermakna terutama ketika melihat realita kehidupan ini semuanya terlihat "so simple and easy" buat Dimaz **bul hahaha.

Adrian Riva aka Riva Makao Mahasiswa Hubungan Internasional berkulit putih dan bermata sipit orang-orang akan mengira dia berdarah Chinesse padahal dia U.S.A alias Urang Sunda Asli.Hobby sekali berdebat politik dan Filsafat terbukti dengan status - status di FB nya yang selalu bikin rusuh dan bikin jereng orang yang baca komen-komennya.

Genoveva Hega aka Setan Jazz
inilah sang wanita pertama diantara para begundals seorang mahasiswa Desain Interion ITB yang sedang berkutat dengan skripsi yang hampir membuat dia stress.
Penggila musik Jazz sejati terbukti dengan julukan setan jazz yang dia sandang sebagai gelar kehormatan dari kami.

Erick Ady Novendra aka Daeng Konro inilah abang sekaligus bapak bagi para begundals karena dia adalah yang paling dewasa sekaligus tua diantara kami berlima,wejangan-wejangan "beliau" terutama untuk masalah percintaan selalu di tunggu oleh para the begundals yang lain hahaha.

Anggie Retno Sari aka Bunyan pemudi asal kijang kepulauan Riau ini sangat fasih sekali berbahasa Perancis dan sekarang berprofesi sebagai salah seorang pengajar Bahasa Perancis di CCF Bandung .
Sangat amat dewasa sekali dan kadang memiliki cara memandang suatu masalah yang berbeda dengan yang lain hmm....apalagi yaa.

Bersambung k sesi selanjutnya ahhh...hihihi

Teman,Kawan dan Inilah Para Sahabat





24 Juli 2010

Mengadu Pada Sang Bunda Episode 2


16 Juli 2010,

huaaahhh.
Kesel dan mati gaya!
hampir satu jam aku duduk di sebuah halte bis di seberang gedung PLN Jatingaleh.
Sedari dari tadi berbagai bis dari semarang menuju berbagai tempat di arah selatan Jawa Tengah datang dan berlalu tetapi tak ada satu pun bis menuju Bandungan yang lewat.
Yaa...Bandungan sebuah tempat di daerah Kab.Semarang yang rencananya akan aku tuju hari ini., sekedar menghabiskan waktu di komplek Candi Gedong Songo.
Berkali-kali aku sms Eny dan Elvy kawan di CouchSurfing Semarang untuk menyakinkan bahwa bis menuju Bandungan lewat di tempat aku berada saat ini.

AMBARAWA!!KEREP!!GUA MARIA!!
Tiba-tiba terbesit di pikiran ku untuk mengunjungi tempat tersebut ketika sebuah mini bis tujuan Ambara lewat di hadapanku,tak membuang waktu lagi aku berlari dan naik bis tersebut.
Perjalanan terasa sangat lambat dan menyiksa maklum bis dalam keadaan penuh oleh para penumpang yang di dominasi oleh para pelajar dan karyawan dan aku menjadi salah satu penumpang yang semenjak berangkat tadi berdiri di tengah himpitan para pelajar SMA.

Setelah sekitar dua jam berada di dalam perut bis yang terasa semakin penuh sesak akhirnya sampai juga di terminal ambarawa,udara terasa sejuk sekali ketika aku keluar dari dalam bis tersebut.
Tiba-tiba perutku terasa perih sekali kulirik jam tanganku ternyata waktu sudah menunjukan pukul 14.30 dan aku belum makan siang,segera aku berjalan menghampiri jajaran penjual nasi pecel yang berjejer di sepanjang jalan menuju arah ke Gua Maria tepatnya di depan asrama putera SMP St.Louis - Ambarawa.

Hujan turun dengan derasnya menahan perjalananku menuju Gua Maria Kerep rencana yang semula akan berjalan kaki menuju kompleks yang berjarak sekitar 900M dari tempat aku berada akhirnya berganti dengan angkot berwarna biru.
Tidak sampai 10menit angkot yang membawa aku sampai di sebuah komplek taman doa bagi umat Katolik untuk berdevosi kepada Bunda Maria.Air dari langit masih tercurah dengan derasnya membasahi bumi memaksa aku untuk berteduh sejenak disebuah warung kecil di sebarang pintu masuk gerbang tempat penziarahan tersebtut.

Langit mulai kembali cerah dan awan hitam sudah pergi air pun segera berhenti.
aku melangkah dengan mantap memasuki sebuah taman doa yang sangat indah di samping kanan berdiri sebuah kapel tempat diadakannya perayaan ekaristi dan yang paling menarik adalah taman lima roti dan dua ikan dengan hamparan ruput nan hijau bak permadani.
Ku rentangkan tangan,menghirup udara dalam,dan melepaskannya secara perlahan sambil menutup mata.
Betapa nikmatnya berkat dari Tuhan yang telah memberikan kita udara yang setiap hari kita hirup tiada hentinya.

Sejenak aku berkeliling mengitari taman yang diberi nama taman "Lima roti dan dua ikan" seperti nama salah satu perikop di dalam alkitab,sebelum akhirnya aku memasuki sebuah ruangan kecil di belakang gua maria.

Aku bersujud dihadapan Sakramen Maha Kudus dan memanjatkan doa kepada Hati Kudus Yesus.

Ya Tuhan,aku berdoa,agar rumahku ada damai,ketenangan dan kesejahteraan di dalam naungan-Mu.
Berkatilah dan lindungilah usahaku,pekerjaanku dan semua yang Kau serahkan kepadaku,segala keinginanku.
Usirlah nafsu dari dalam hatiku,rencana palsu dan pikiran jahat.
Tuangkanlan di dalam hatiku cinta kepada sesama dan anugerahkanlah semangat penyerahan yang teguh,teristimewa pada saat kemalangan,agar supaya aku bangun dari kebimbangan.

Ya Tuhan bimbinganlah dan lindungilah hidupku dari bahaya-bahaya dan ketidaktentuan dunia.Jangan lupa,ya Yesusku,orang-orang yang ku kasihi baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal,yang menyebabkan kesedihan kami.
Tetapi kami dihibur ketaatan mereka waktu mereka masih hidup,sehingga Engkau tidak menyerahkan mereka kepada maut.

Kasihanilah mereka ya Tuhan dan bawalah mereka kepada kemuliaan surgawi.
Amin.


Puas berdoa di hadapan Sakramen Maha Kudus aku pun beralih menuju sang Ibunda yang sedang berdiri di takhtanya bak seorang anak kecil mengadu kepada ibunya aku keluar segala keluh kesah dan kepenatan yang ada di pikiranku.












Doa Seorang Ibu


Kuserahan nama-nama anakku,
ke dalam tangan-Mu ya Tuhan,
Tulislah nama-nama anakku,
dengan tinta yang tak terhapuskan agar tak dapat siapapun juga yang dapat merebutnya,
tidak juga iblis durhaka,
mengayaknya seperti gandum celaka.

Peganglah tangan anak-anakku,
bila mereka harus kulepaskan.
Biarlah mereka dilindungi kekuatan-Mu,
terlepas bebas dari segala kelemahan.
Tuhan,Kau tahu betapa hebatnya,
dunia membenci mereka dengan sewenang-wenang.
Jagalah jangan sampai mereka tenggelam
dalam gelombang cobaan dunia yang kejam.

Aku minta agar anak-anakku,
bebas lepas dari setiap penderitaan,
hanya kuminta keberanian dan daya tahan
bagi mereka dalam ketakutan dan kesepian.
Biarlah di dalam nama-Mu mereka beroleh perlindungan
dalam satu ikatan yang tak terputuskan.
Jangan biarkan mereka terasing dari pada-Mu Tuhan,
melainkan akrab setia pada-Mu sepanjang kehidupan.

Kuserahkan nama-nama anakku,
ke dalam tangan-Mu,Ya Tuhan.
Amin.

22 Juli 2010

Mengadu Pada Sang Bunda Episode 1


Jumat 16 Juli 2010. Alarm jam di sebelah ku berteriak kencang memaksa aku untuk bangun dan membuka mata. Kurenggangkan badan dan menarik nafas dalam sambil membuka mata secara perlahan, hhooooaaaammmhhhh....ku lihat sekeliling ku,ternyata aku masih ada di tempat yang sama di sebuah ruangan bercat putih. Semarang ya aku sekarang berada di semarang,sudah beberapa hari ini aku tinggal di Kota tempat dahulu kala Laksmana Ceng Ho di percaya pernah singgah dalam rangka muhibah persahabatan.
Entah mengapa perasaan ku pagi ini kalut sekali tidak seperti biasanya,sejenak ku menutup mata dan mengucapkan sebuah kata yang sudah tidak asing di mulutku "Kirye Eleison...Christe Eleison...Kirye Eleison" sebuah doa sederhana yang diajarkan oleh seorang Pastor sewaktu aku beranjak remaja.
Seperti biasanya semarang menjelang siang hari terasa sangat panas mungkin karena posisinya yang dekat laut dan permukaan tanah yang rendah. Begitu juga hari ini ku rasakan matahari sangat menyengat membakar kulit ku yang sudah hampir 30 menit menunggu datangnya taksi di depan Jl.Dr.Cipto. Bukannya aku gak mau menggunakan angkutan umum lainnya tapi dalam keadaan udara dan jarak jauh seperti ini orang pasti akan lebih memilih menggunakan taksi dari pada angkot ataupun bus.

Setelah hampir setengah jam akhirnya aku sampai di sebuah kawasan yang tidak asing lagi bagiku,sebuah daerah berbukit di Semarang atas bernama Pawiyatan Luhur atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan Bendan Dhuwur.
Aku beriam diri sejenak di depan gedung bercat hijau bernama St.Yustinus tempat dimana aku pertama kali berjuang mendapatkan satu kursi di Universitas Katolik satu-satunya di Jawa Tengah ini,sejenak aku melihat ke sekeliling ku dan berteriak dalam hati "UNIKA Soegijapranata disinalah aku akan menuntut ilmu".

Aku melangkahkan kaki dengan ringan tapi entah mengapa pikiran ku tetap kalut saat ini huuufftt.
Kampus masih sepi tidak banyak mahasiswa yang beraktifitas hari itu mungkin karena sebagian mahasiswa sudah pulang ke kampung halaman masing-masing untuk berlibur dan bertemu dengan sanak keluarga.
Nah...ini dia gedung Mikael tempat dimana aku keluar masuk untuk mengurus pendaftaran kuliah dan hari ini aku harus masuk kembali ke gedung ini,sepertinya aku sudah mulai akrab dengan suasanya dan aktifitas di gedung ini.
Yaa...Persis seperti biasanya antrian mahasiswa di depan Ruang BAAK,Bank NISP, dan para Student Care yang dengan setia membantu calon mahasiswa untuk mendapatkan informasi sekitar UNIKA dan tempat tinggal.
Salut bagi mereka yang dalam kesibukannya masih mau membagi waktu untuk melayani sesamanya dan aku adalah salah satu orang yang dibantu oleh mereka.
Tak lama kemudian aku pun menjadi salah satu bagian dari para Calon Mahasiswa dan Mahasiswa yang mengantri panjang di depan loket pembayaran Bank NISP dan...arrrgghhhh...aku membuat satu kecerobohan dalam mengisi form pembayaran sehingga menjadi penuh coretan.

YA...Tuhan ada apakah gerangan hari ini?!rasanya aku ingin segera keluar dari kepenatan ini.

Lega juga akhirnya urusanku dengan Bank dan administrasi sudah selesai ini berarti aku bisa segera pergi dari ruangan ini dan segera pulang ke Kota yang sangat ku rindukan.
Sebelum meninggalkan Gedung Mikael tak lupa aku menyapa seseorang di bagian BKRM yang sudah banyak membantu aku ketika masuk di Universitas ini.
Dengan senyumannya yang khas beliau menyapa aku yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan kerja Pak Setyo yaaa...Setyo Adi Putranto namanya.
Tanpa basa-basi aku pun mengambil tempat duduk di depan beliau dengan tertawa beliau mengatakan "kesempatan kamu bisa masuk di tiga jurusan Hukum,Psikologi dan DKV tergantung kamu suka yang mana".
degggg....setelah di bingungkan oleh Psikologi dan Hukum sekarang ditambah DKV memang aku senang ketiga jurusan itu tapi tetap harus memilih salah satu.

duhhh...Gusti Yesus paringono kula piwarahMu

Onward Christian Soldiers


Onward, Christian soldiers, marching as to war,
with the cross of Jesus going on before.
Christ, the royal Master, leads against the foe;
forward into battle see his banners go!

Onward, Christian soldiers, marching as to war,
with the cross of Jesus going on before.

At the sign of triumph Satan's host doth flee;
on then, Christian soldiers, on to victory!
Hell's foundations quiver at the shout of praise;
brothers, lift your voices, loud your anthems raise.


Like a mighty army moves the church of God;
brothers, we are treading where the saints have trod.
We are not divided, all one body we,
one in hope and doctrine, one in charity.


Crowns and thrones may perish, kingdoms rise and wane,
but the church of Jesus constant will remain.
Gates of hell can never gainst that church prevail;
we have Christ's own promise, and that cannot fail.


Onward then, ye people, join our happy throng,
blend with ours your voices in the triumph song.
Glory, laud, and honor unto Christ the King,
this through countless ages men and angels sing.

(Saint Getrude)

21 Juli 2010

Gloria in Excelsis Deo


Glória in excélsis Deo
et in terra pax homínibus bonae voluntátis.
Laudámus te,
benedícimus te,
adorámus te,
glorificámus te,
grátias ágimus tibi propter magnam glóriam tuam,
Dómine Deus, Rex cæléstis,
Deus Pater omnípotens.
Dómine Fili Unigénite, Iesu Christe,
Dómine Deus, Agnus Dei, Fílius Patris,
qui tollis peccáta mundi, miserére nobis;
qui tollis peccáta mundi, súscipe deprecatiónem nostram.
Qui sedes ad déxteram Patris, miserére nobis.
Quóniam tu solus Sanctus, tu solus Dóminus, tu solus Altíssimus,
Iesu Christe, cum Sancto Spíritu: in glória Dei Patris. Amen

7 Juli 2010

Sabar Menanti Waktu Tuhan


Di dalam hidup ini,semua ada waktunya.
Ada waktu kita menabur
ada juga waktu menuai.

Mungkin dalam hidupmu bagai datang menyerbu,
Mungkin doamu bagai tak terjawab
Namun yakinlah tetap.

Tuhan tak'kan terlambat
Juga tak akan lebih cepat
Semuanya.....
Dia jadikan indah pada waktuNya.

Tuhan selalu dengar doamu
Tuhan tak pernah tinggalkanmu
PertolonganNya pasti'kan tiba tepat pada waktuNya.

Bagai kuncup mawar pada waktunya mekar
Percayalah.....
Tuhan jadikan semua indah pada waktuNya.

Hendaklah kita s'lalu hidup dalam firmanNya
percayalah kepada Tuhan
Nantikan Dia bekerja pada waktuNya.

Tuhan takkan terlambat
Juga tak akan lebih cepat Ajarlah kali s'lalu menanti waktuMU Tuhan

Kedalam tangan Mu ya Bapa ku serahkan hidupku...

4 Juli 2010

Ad Maiorem Dei Gloriam


Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu"
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:

Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.

Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Lukas 10:1-12,17-20


Bonne Nuit Bandung


Selamat Malam Bandung

atau menjelang pagi lebih tepatnya

aku menyusuri jalanan mu yang senyap dan basah

merentangkan tangan dan berlari kencang

bagai seekor anak burung yang siap terbang menuju angkasa luas

Sang rembulan bersinar temaram

bersembunyi di balik awan kelam

Kabut tipis membelai lembut wajahku

yang masih mengembangkan senyuman bahagia

akan sebuah sukacita bersama sang sahabat

Oh...malam

antarkan aku menuju peraduan

biarkan aku memejamkan mata ini

temani aku menjelajahi alam mimpi

sampai pagi datang menjelang

bersama senyuman sang surya


Bonne Nuit Bandung

Esok aku akan menjumpaimu lagi

3 Juli 2010

Sebuah intermezo di Kala Senja



Bandung di kala senja selalu menyajikan keunikan dengan ragam aktivitas para penghuninya, itulah yang membuat kenapa aku selalu tertarik untuk menikmati Bandung di kala senja dengan menyusuri setiap jalan-jalan besar hingga lorong-lorong sempit di kota kembang ini.

Seperti suatu senja di pertengahan bulan april saya dengan sengaja menyusuri sepanjang asia - afrika bersama dua orang kawan sambil membawa pocket camera berharap menemukan hal-hal unik di sepanjang perjalanan.

Setelah cukup lama menyusuri jalan raya yang penuh dengan sejarah ini pandangan saya tertuju kepada tiga orang anak yang bermain-main di pembatas sungai cikapundung,karena penasaran saya pun menghampiri ketiga anak tersebut untuk mengetahui apa yang sedang mereka lakukan di pinggir sungai tanpa pengawasan kedua orang tua.

Alangkah terkejutnya saya ketika mengetahui mereka bertiga sedang "mengadu" kencing siapa yang paling jauh.Hati saya tergelitik melihat tingakah laku anak-anak kecil itu yang mengadu salah satu "proses biologi dan kimiawi" dalam tubuh manusia untuk menunjukan superioritas dan kekuatan seseorang.

Saya pun bertanya dalam hati apakah tidak ada lagi tempat bagi mereka untuk mendapatkan bermain yang layak dan aman karena sempitnya lahan terbuka yang ada di Bandung,atau karena kondisi sosial dan ekonomi yang memaksa mereka untuk bermain di tepian sungai.

Yang pasti dunia mereka sangat unik sekali,seunik Bandung di kala senja dengan ragam dinamika kehidupan para penghuninya,dan mereka ada bagian dari penghuni Bandung yang mencapai 3juta penduduk.

Seaindainya masih ada tempat bagi anak-anak di kota ini untuk bermain dengan bebas,sehingga tidak ada lagi yang menyamakan cikapundung seperti layaknya sebuah "Jamban besar"

Bandung di suatu senja

My Guardian Angel


Malaikat Allah,Engkau diutus oleh Allah untuk melindungi umatNya,dan menghantar mereka ke tempat yang telah ditentukan olehNya.
Ya malaikat pelindungku,aku bersyukur kepada Allah karena Dia sendiri berkenan mengutus enkau mendampingi dan melindungi aku.

Sudilah engkau melindungi aku terhadap semua yang membahayakan diriku,
bila bahaya itu sudah dekat,
sudilah engkau melawannya demi keselamatanku,
sedangkan kalau bahaya itu masih jauh,
bimbinglah aku menempuh jalan lain yang lebih aman.
Semoga engkau selalu mengingatkan aku akan kebaikan
dan jangan merelakan aku melakukan hal-hal yang kurang berkenan pada Allah.

Kalau aku menghadapi godaan mohonkanlah kekuatan dari Allah agar aku tidak goyah dan kalau aku jatuh kedalam dosa,sudilah engkau membimbing aku untuk bertobat.
Lindungilah aku dalam ketenangan,
dan jagalah aku bila aku tidur,
sudilah engkau memberikan kekuatan bila aku lemah.

Doakanlah aku selalu agar dapat mengamalkan hidup Kristen dengan tulus hati
Mohonkanlah aku rahmat Allah agar aku menjadi pewarta kabar gembira
seperti Malaikat Gabriel dan penumpas kejahatan seperti Malaikat Michael
Ya malaikat ku,semoga aku selalu mengikuti bimbinganMu dan bersama engkau perkenankanlah aku selalu melambungkan pujian serta syukur kepada Allah dengan pengantaraan Kristus Tuhan kita.

Amin

Senandung Pagi


Pagi kini kau hadir lagi
membawa sinar mentari yang mengusir kabut
desiran angin menyapa lembut
membawa kabar suka cita akan datangnya hari yang baru

Nyanyian burung pipit di atas dahan pohon
kepakan sayap burung gereja di langit biru
dan gesekan dedaunan tersapu angin
menciptakan symfoni alam yang menyejukan hati

Pagi...
aku siap melangkahkan kaki lagi
menyambut datangnya hari baru
di temani sinar mentari dan kepakan burung di angkasa
menggeluti setiap dinamika kehidupan yang di berikan oleh-Nya

2 Juli 2010

Sebuah doa syukur dan persembahan


Ya Tuhan Yesus Kristus,dalam menyatukan diri dengan kehendak Ilahi Yang Maha Agung.
Engkau telah mempersembahkan madah pujiank kepada Allah di bumi,melalui hati-Mu Yang Maha Kudus,dan sekarang masih melanjutkan mempersembahkan Sakramen Ekaristi dimana-mana dan akan tetap meneruskannya hingga akhir dunia.

Dengan sungguh - sungguh,saya ingin mempersembahkan kepada-Mu,
sepanjang hari ini,kegembiraan dan penderitaanku,
segala tujuan dan angan-anganku,
semua kesulitan dan hasratku,
setiap perkataan dan tindakanku,dengan meneladan kepada hati bunda Maria yang tidak bernoda.

Amin.

1 Juli 2010

Sabda Tuhan hari ini


Jantungku berdetak kencang berpacu dengan detak jarum jam di arlojiku.

waktu sudah menunjukan pukul 06.55 berarti tinggal 5 menit lagi misa harian di Katedral segera dimulai,jalanan masih belum padat seperti biasanya tapi perjalanan serasa lambat dan jauh.

Maklum aku harus menggunakan angkot berkali-kali menuju gereja yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal keluarga ku.

Akhirnya dari kejauhan terlihat sebuah menara putih berdiri dengan anggunnya,namun sayang sekarang tepat di samping bangunan cantik yang sudah ada sejak 1926 itu berdiri dengan angkuh sebuah  proyek apartment 17 lantai yang menghalangi keindahan hasil karya arsitek terkemuka pada masanya.

Hening dan damai kurasa ketika aku melangkahkan kaki memasuki ruang gereja,beberapa orang di barisan belakang menoleh ke arah ku ternyata aku sudah telat 5 menit.

Dibelakang altar terlihat seorang Pastor yang sudah berumur sedang membacakan doa pembukaan nampak garis-garis kerutan di wajahnya saksi bisu pengabdian dan pelayanannya kepada Tuhan dan umatnya selama bertahun-tahun.

Aku langkah kan kaki perlahan menyusuri deretan kursi karyu berwarna cokelat tua setua usianya,tidak terlalu banyak umat yang hadir saat itu.

Ku nikmati setiap untaian doa,bait-bait mazmur dan sabda Tuhan,ku biarkan setiap kata-kata meresap kedalam lubuk hatiku.

Injil pagi itu di ambil dari Matius 9 : 1 -8

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ”Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: ”Ia menghujat Allah.” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: ”Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” —lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu —: ”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun lalu pulang.

Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Kita semua di ajak merenungkan kasih dan rahmat Allah melalui pengampunan dosa yang telah di berikan oleh-Nya.

Tak terasa waktu cepat berlalu semua prosesi perayaan ekaristi dilalui dengan khidmat,setiap orang kembali menjalankan aktivitas masing-masing dengan membawa berkat dari Tuhan untuk menjalankan setiap sabda yang diterima pagi itu.

Tuhan terima kasih karena Kau telah memperkenankan aku hadir dalam perjamuan-Mu dan menerima berkat pengorbanan yang maha luar biasa berupa tubuh-Mu yang suci.

Betapa aku telah disibukan oleh duniawi dan aku merindukan sabda-Mu menggema di hatiku.

Kobarkanlah selalu perasaan rindu akan sabda-Mu setiap hari di hatiku ya Tuhan.

Pergilah kita diutus...amin.

 

Bienvenue à Juillet


Selamat datang Juli...

Kembali aku menyapamu di pagi yang cerah ini,mentari muncul dari balik awan dengan malu-malu di iringi semilir angin membelai lembut wajah ku.

Sejenak ku pejamkan mata,ku tarik nafas dalam-dalam dan ku hembuskan perlahan.

Jiwaku terbang menuju sebuah kontemplasi di tengah keheningan pagi,ku daraskan sebuah doa sederhana kepada Sang Penguasa bumi dan waktu mengucap syukur atas limpahan berkat yang telah Dia berikan kepada ku terutama atas waktu yang masih di percayakan untuk menikmati dinamika kehidupan di bumi ciptaan-Nya.

Konsentrasi ku pecah oleh bunyi dentang jam bandul di ruang tengah waktu sudah menunjukan pukul 06.00 pagi. 

Ku satukan doa-doaku dengan doa semua orang di seluruh dunia yang sedang mengumandangkan "Angelus Dei".

Angelus Domini nuntiavit Mariæ.
Et concepit de Spiritu Sancto.


Ave Maria, gratia plena, Dominus tecum. Benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tui, Iesus.
Sancta Maria, Mater Dei, ora pro nobis peccatoribus, nunc et in hora mortis nostræ. Amen.

Ecce Ancilla Domini.
Fiat mihi secundum Verbum tuum.
Ave Maria...

Et Verbum caro factum est.
Et habitavit in nobis.
Ave Maria...

Ora pro nobis, Sancta Dei Genetrix.
Ut digni efficiamur promissionibus Christi.


Gratiam tuam quæsumus, Domine,
mentibus nostris infunde;
ut qui, angelo nuntiante,
Christi Filii tui Incarnationem cognovimus,
per passionem eius et crucem,
ad resurrectionis gloriam perducamur.
Per eumdem Christum Dominum nostrum. Amen.


Juli entah kenapa dirimu selalu ku rindukan,semoga saat ini dirimu memberikan semua kebaikan pada ku seturut kehendak-Nya.

In manus tuas Pater commendo Spiritum meum...


 


Lets Story Begin


Everybody have story and this is my story...

Setiap orang memiliki cerita di dalam kehidupannya,begitupun dengan saya.

Ya...saya juga memiliki banyak cerita yang ingin di bagi kepada semua orang,hanya sebuah "ma petite histoire" dari setiap apa yang saya dengar,lihat,rasa dan apa yang saya lakukan.

Saya bukan seorang pendongeng dan juga buka seorang penulis.

Saya hanya seseorang yang ingin membagikan kisah saya melalui tulisan dan kata-kata yang muncul dari perasaan dan dari semua kejadian yang terekam dalam otak saya.

Lets story begin...

Ma Petite Histoire