
16 Juli 2010,
huaaahhh.
Kesel dan mati gaya!
hampir satu jam aku duduk di sebuah halte bis di seberang gedung PLN Jatingaleh.
Sedari dari tadi berbagai bis dari semarang menuju berbagai tempat di arah selatan Jawa Tengah datang dan berlalu tetapi tak ada satu pun bis menuju Bandungan yang lewat.
Yaa...Bandungan sebuah tempat di daerah Kab.Semarang yang rencananya akan aku tuju hari ini., sekedar menghabiskan waktu di komplek Candi Gedong Songo.
Berkali-kali aku sms Eny dan Elvy kawan di CouchSurfing Semarang untuk menyakinkan bahwa bis menuju Bandungan lewat di tempat aku berada saat ini.
AMBARAWA!!KEREP!!GUA MARIA!!
Tiba-tiba terbesit di pikiran ku untuk mengunjungi tempat tersebut ketika sebuah mini bis tujuan Ambara lewat di hadapanku,tak membuang waktu lagi aku berlari dan naik bis tersebut.
Perjalanan terasa sangat lambat dan menyiksa maklum bis dalam keadaan penuh oleh para penumpang yang di dominasi oleh para pelajar dan karyawan dan aku menjadi salah satu penumpang yang semenjak berangkat tadi berdiri di tengah himpitan para pelajar SMA.
Setelah sekitar dua jam berada di dalam perut bis yang terasa semakin penuh sesak akhirnya sampai juga di terminal ambarawa,udara terasa sejuk sekali ketika aku keluar dari dalam bis tersebut.
Tiba-tiba perutku terasa perih sekali kulirik jam tanganku ternyata waktu sudah menunjukan pukul 14.30 dan aku belum makan siang,segera aku berjalan menghampiri jajaran penjual nasi pecel yang berjejer di sepanjang jalan menuju arah ke Gua Maria tepatnya di depan asrama putera SMP St.Louis - Ambarawa.
Hujan turun dengan derasnya menahan perjalananku menuju Gua Maria Kerep rencana yang semula akan berjalan kaki menuju kompleks yang berjarak sekitar 900M dari tempat aku berada akhirnya berganti dengan angkot berwarna biru.
Tidak sampai 10menit angkot yang membawa aku sampai di sebuah komplek taman doa bagi umat Katolik untuk berdevosi kepada Bunda Maria.Air dari langit masih tercurah dengan derasnya membasahi bumi memaksa aku untuk berteduh sejenak disebuah warung kecil di sebarang pintu masuk gerbang tempat penziarahan tersebtut.
Langit mulai kembali cerah dan awan hitam sudah pergi air pun segera berhenti.
aku melangkah dengan mantap memasuki sebuah taman doa yang sangat indah di samping kanan berdiri sebuah kapel tempat diadakannya perayaan ekaristi dan yang paling menarik adalah taman lima roti dan dua ikan dengan hamparan ruput nan hijau bak permadani.
Ku rentangkan tangan,menghirup udara dalam,dan melepaskannya secara perlahan sambil menutup mata.
Betapa nikmatnya berkat dari Tuhan yang telah memberikan kita udara yang setiap hari kita hirup tiada hentinya.
Sejenak aku berkeliling mengitari taman yang diberi nama taman "Lima roti dan dua ikan" seperti nama salah satu perikop di dalam alkitab,sebelum akhirnya aku memasuki sebuah ruangan kecil di belakang gua maria.
Aku bersujud dihadapan Sakramen Maha Kudus dan memanjatkan doa kepada Hati Kudus Yesus.
Ya Tuhan,aku berdoa,agar rumahku ada damai,ketenangan dan kesejahteraan di dalam naungan-Mu.
Berkatilah dan lindungilah usahaku,pekerjaanku dan semua yang Kau serahkan kepadaku,segala keinginanku.
Usirlah nafsu dari dalam hatiku,rencana palsu dan pikiran jahat.
Tuangkanlan di dalam hatiku cinta kepada sesama dan anugerahkanlah semangat penyerahan yang teguh,teristimewa pada saat kemalangan,agar supaya aku bangun dari kebimbangan.
Ya Tuhan bimbinganlah dan lindungilah hidupku dari bahaya-bahaya dan ketidaktentuan dunia.Jangan lupa,ya Yesusku,orang-orang yang ku kasihi baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal,yang menyebabkan kesedihan kami.
Tetapi kami dihibur ketaatan mereka waktu mereka masih hidup,sehingga Engkau tidak menyerahkan mereka kepada maut.
Kasihanilah mereka ya Tuhan dan bawalah mereka kepada kemuliaan surgawi.
Amin.
Berkatilah dan lindungilah usahaku,pekerjaanku dan semua yang Kau serahkan kepadaku,segala keinginanku.
Usirlah nafsu dari dalam hatiku,rencana palsu dan pikiran jahat.
Tuangkanlan di dalam hatiku cinta kepada sesama dan anugerahkanlah semangat penyerahan yang teguh,teristimewa pada saat kemalangan,agar supaya aku bangun dari kebimbangan.
Ya Tuhan bimbinganlah dan lindungilah hidupku dari bahaya-bahaya dan ketidaktentuan dunia.Jangan lupa,ya Yesusku,orang-orang yang ku kasihi baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal,yang menyebabkan kesedihan kami.
Tetapi kami dihibur ketaatan mereka waktu mereka masih hidup,sehingga Engkau tidak menyerahkan mereka kepada maut.
Kasihanilah mereka ya Tuhan dan bawalah mereka kepada kemuliaan surgawi.
Amin.
Puas berdoa di hadapan Sakramen Maha Kudus aku pun beralih menuju sang Ibunda yang sedang berdiri di takhtanya bak seorang anak kecil mengadu kepada ibunya aku keluar segala keluh kesah dan kepenatan yang ada di pikiranku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar